Seorang anak perempuan bernama Giarti, tidak juga bisa tidur malam itu.

Giarti mengeluh, “Ufft..nyamuknya banyak banget, sih.. udah pake lotion, Cuma tahan beberapa jam. Pake selimut, kurang ampuh juga.. pake semprotan nyamuk, masih banyak juga. Nggak berperasaan banget, sih nyamuknya..”

Mendengar keluhan itu, Allah Yang MahaPengasih pun mengabulkan doa si anak tadi. Karena doa tadi dianggap doa orang yang terdzolimi… maka Allah pun memberikan nikmat berupa perasaan dan akal pada nyamuk. Ingat, hanya pada nyamuk..!

Simaklah kisah para nyamuk pasca pengabulan doa tadi.

Kisah 1,

Giarti yang tadinya sebel sama nyamuk, sekarang mulai tertarik dengan kelakuan para nyamuk yang lucu bin aneh. Maklum, Giarti ni mahasiswi psikologi, jadi suka ngamatin perilaku yang aneh-aneh gitu. Meskipun nggak mengerti bahasa mereka, Giarti bisa memaknai gerak-gerik si nyamuk dalam kesehariannya. Ada seekor nyamuk yang unik dan menarik perhatiannya. Akhirnya mereka bersahabat. Nyamuk itu sangat menghargai Giarti, sebagaimana Giarti menghargainya. Luar biasa, seekor nyamuk kecil, mendapat perhatian lebih dari seorang manusia. Lalu suatu hari si nyamuk berkata pada rekan nyamuk lain, “aduh, aku nggak mau ah, ngisep darah si Giarti. Dia kan sahabat aku. Lagian dia cakep, aku suka deh ngeliatin wajahnya yang cute itu.”

Kisah 2:

Dalam perjalanan pulang ke kandang, dua ekor nyamuk jantan sedang bercakap cakap. Dari penampilan mereka, sepertinya mereka tipe nyamuk metroseksual. Salah satunya bercerita, “Eh, bro.. tau, nggak? Tadi waktu lagi terbang nyari darah segar, aku ketemu cewek cantik en seksi, bo. Aduh, nggak kuat deh aku mau nge gigitnya.. sampe sekarang masih kebayang ama tu cewek.. besok gua sempetin mampir di kamarnya lagi, ah..” lalu mereka berdua tertawa nakal bersamaan, “hihihi…”

Kisah 3:

Di sebuah tempat perburuan darah manusia, seekor nyamuk melakukan aksinya. Nah, saking semangatnya ngisep darah anak orang, nyamuk ini sampe lupa daratan. Dia lupa kalo 1/3 perutnya juga perlu diisi udara. Kalo nggak, dia bakalan jadi kayak anak lembu kekenyangan yang jalannya megal megol, miring miring nggak stabil.. karena lupa daratan, pandangan matanya jadi nggak jelas saking ngantuknya. Nggak sengaja nyamuk tadi nabrak tembok en jatuh ke bawah. Lebih naas lagi, dia baru nyadar kalo itu adalah tembok kamar mandi dan dia terjatuh di bibir bak mandi. Walhasil, tubuhnya jadi basah kuyup oleh air. Si nyamuk berkata dalam hati, “Waduh, gaswat dah gue. Belum juga tobat karna banyak maksiat, udah di ambang pintu kematian gini. Tolong aku dong..somebody help me.. save my life, pliss…”.

Lalu tertatih tatih dia menyeret tubuhnya menjauhi daerah genangan yang basah. Nyeret perut gendut nya aja dah berat, apalagi ditambah kondisi basah, bikin badannya nempel en susah buat digerakin. Aduh.. bener-bener naas dah nasib tu bocah *eh, nyamuk maksudnya. Semenit..sejam.. nyawanya udah tinggal ditarik aja tuh ama malaikat Izroil dah. Trus berdoa deh tuh nyamuk, “Ya Allah, aku masih punya anak bini yang kudu kunafkahi.. aku masih punya utang yang belum aku bayar.. masih ada amanah yang juga harus kuselesaikan. Kayaknya aku nggak siap mati sekarang, deh. Beri aku kesempatan hidup lagi, ya Robb..”

Nah tak disangka, kemudian datanglah seorang gadis yang menaruh iba pada nyamuk kegendutan yang terjatuh di bibir kolam itu. Dengan lembut dan hati-hati, diambillah nyamuk tadi dengan tangannya yang kering, lalu diletakkanlah di atas bagian atas tembok yang masih kering. Tanpa banyak berkata, lalu gadis tadi meninggalkan si nyamuk.

Setelah mengucap hamdalah beratus-ratus kali, nyamuk tadi pun membuat azzam dalam dirinya, “wahai angin, wahai tanah, wahai tembok, dengarlah..! hari ini nyawaku telah ditolong oleh manusia. Dan aku berjanji akan membalas baik budinya. Tapi aku hanyalah seekor nyamuk kecil yang lemah. Tak banyak yang bisa kulakukan. Maka mulai hari aku berjanji..! aku tidak akan makan darah manusia lagi..! aku tidak akan menyakiti mereka lagi..!!”..

Nah, trus sekarang balik lagi ke Giarti.

Masih inget Giarti? Dari tetangga, kawan dan keluarga Giarti, dia banyak mendengar kisah lucu tentang para nyamuk. Semakin hari, cerita-cerita aneh dan lucu tentang kelakuan nyamuk semakin sering terdengar di telinga Giarti.

Suatu hari, Giarti terlibat pembicaraan serius dengan temannya,

Teman Giarti: “eh, menurut lo, knapa sih manusia disuruh sholat, zakat, puasa, dll. Sedangkan kucing, nggak. Anjing, juga nggak”

Giarti: “kata ustadzah ku, karena manusia dikaruniai akal dan hati, kawan. Makanya manusia disebut mukallaf atau yang diberi pembebanan. Pembebanan itu berupa kewajiban untuk melaksanakan kwajiban syari’at islam, sebagai konsekuensi logis dari nikmat akal dan hati yang dikaruniai kepadanya.”

Teman Giarti: “wah, kalo gitu, nyamuk kan sekarang juga pada udah bisa mikir, kalo nyamuk juga punya akal dan hati, brarti mereka juga mukalaf, dong,,?”

Giarti: “iya, yah. Berarti mereka juga harus sholat, puasa, zakat, mensucikan diri, dll gitu ya..?”

Teman Giarti: “ah, kok kita jadi nebak-nebak nggak jelas gini, sih. Dari pada bingung, mendingan langsung kita Tanya ama ustadzah aja, yuk..”

Syawal 1432 H

Qs. 2 Baqarah:26 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

5 responses »

  1. didi says:

    nyamuuuuk…oh nyamuuuk….
    Cakep…!
    smakin penasaran….

  2. arohmanpanji says:

    wah, keren bos, baru baca nih tulisan, keren juga ceritanya
    nais posting gan =D

  3. sangpembebas says:

    Nyamuk…nyamuk di dinding… Diam… diam… merayap datang seekor cicak… Huuuppp… lalu dilumat…

    cipt: zuki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s