Sabtu, 2 Maret 2011

Part 1: prematur..

Apa yang kau rasakan, jika ada temen sekelompok halaqohmu yang dipindah oleh murobbinya, tanpa ada pengkondisian yang baik? Pasti sedih.

Bagi yang dipindah, akan ada rasa diperlakukan berbeda dengan yang lain. Akan timbul pertanyaan, “Mengapa aku yang dipindah? Nggak yang lain? Apa salahku sehingga aku nggak bias melanjutkan perjalananku dengan halaqoh ini.. Ah, pertanyaan bodoh. Bukankah tsiqoh itu lebih menenangkan. Sudahlah, husnudzon saja sama scenario Allah”.

Lalu, bagi teman-teman yang ditinggalkannya akan muncul pertanyaan, “Ya Allah, ukhuwah ini baru saja terajut. Mengapa begitu cepatnya kau memisahkan kami? Proses tafahum dan ta’awun itu belum berjalan seutuhnya.. mengapa dia dipisahkan oleh kami, ya Robb..”.

yah, itulah gejolak perasaan yang muncul saat halaqoh dirolling tanpa persiapan yang baik. Seharusnya murobbi peka terhadap hal ini. Tapi, entahlah. Nampaknya sang murobbi kurang memiliki empati dalam hal rolling-merolling. Mungkin, karena sang murobbi memiliki pengalaman yang sedikit dalam rolling ketika dia jadi mutarobbi dulu. Akhirnya, semua menyisakan kabut. Bagi yang dirolling, teman-teman yang dirolling, dan bagi murobbi sendiri.

Part 2: evaluasi..

Sebagaimana organisasi yang baik, halaqoh pun perlu mengadakan evaluasi. Evaluasi tentang perjalanan halaqohnya rutin atau nggak, penyampaian materinya, ukhuwahnya, dll. Semua dalam rangka saling menasihati dan amar ma’ruf nahi munkar.

Sungguh sulit ketika dalam suatu halaqoh merasa ada yang nggak beres, tapi anggotanya tidak ada yang berani bertindak, bahkan bicara. Sulit, karena semua percaya bahwa satu sama lain, pasti sudah memberikan yang terbaik dalam halaqoh tersebut. Kalo boleh saya bilang, jika seperti ini, bisa jadi, ukhuwahnya perlu diperbaiki lagi. Atmosfer yang bersahabat dan iklim yang saling menghargai, akan memudahkan forum untuk saling terbuka.

Terinspirasi dari film “Legend of The Guardian, The Owl of Ga’Hoole” yang baru kutonton hari ini juga. Ada ibroh yang bisa dianalogikan dalam perjalanan hidup kita. Kisah kakak beradik Kludd dan Seron, burung hantu muda yang diculik oleh tentara Pure One, dan hendak dijadikan pengikutnya. Kludd dan Seron berasal dari rumah pohon yang sama. Seron yang memiliki kemampuan lebih unggul, membuat perlakuan orangtua dan guru terhadap Seron sangat berbeda dibanding terhadap Klud. Sampe sini kalian pasti bisa menebak kelanjutan ceritanya, kan.

Ya, karena memang akhirnya di sarang penjahat Pure One, Seron mengadakan pemberontakan dan Klud memilih menjadi pengikut Pure One. Sikap Klud karena tergiur dengan jabatan dan kedudukan yang ditawarkan Nyra, jendral pemimpinnya. Dari 10 prajurit yang mau menjadi pengikut Nyra, akan diambil 1 yang dijadikan prajurit andalan dan kepercayaan Pure One. Maka kompetisi pun diadakan dan kemampuan Kludd dapat mengalahkan prajurit lainnya. Keinginannya menduduki posisi tertinggi di Pure One, membuatnya rela mengorbankan Egl, adik kecilnya. Bahkan Kludd rela mencelakakan adik bungsunya itu.

Intinya, Seron berhasil melarikan diri dan terbang menuju Negara Guardian, tanah para pejuang mereka. Dan Pertempuran antara Guardian dan Pure One pun berlangsung seru. Sampai akhirnya Kludd dan Seron bertempur berhadapan satu sama lain. Dalam pertempuran kakak melawan adik itu, terlontar dari Klud, bahwa dia mendukung Pure One karena Nyra sangat menghargainya. Hal yang tidak didapatkannya di rumah, baik dari orangtuanya maupun dari saudaranya.

Hemm.. bener juga, sih. Kalo di rumah sendiri nggak dihargai, gimana bisa bertahan lama di rumah sendiri. Masih banyak rumah lain yang lebih bisa menghargainya. Gitu deh. Walau film ini mudah ditebak alur ceritanya, tapi menontonnya tidak ingin memotongnya di tengah jalan. Membuatku ingin terus mengikuti dari awal sampai akhir. Karena alur cerita dari adegan satu ke yang lain, susah ditebak dan terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja. Gitu deh.

The End.. See you.. Bye bye..

“itulah kisah nyata dariku yang ingin kusampaikan padamu,

seharian ini.. dg ukhuwah yg terabaikan..”

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

16 responses »

  1. langit11 says:

    menghargai, meski dg saudara kandung itu penting…pesan yg harus sll kita ingat ^^

  2. yulifia says:

    kayanya apik….

  3. ai says:

    pelajaran buatku ukh…kerja keras dengan hati yang tulus dan penuh kasih sayang

  4. Salah satu hal yang membuat ghurur seorang `adho adalah karena perhatian yang kurang adil. Semoga kita semua bisa berlaku adil: kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun..

  5. retnotirtoarum says:

    pingin ikutan nonton.. salam kenal ^^

  6. hanief says:

    soundtracknya juga bagus lho. 🙂

  7. bicka says:

    ada film lanjutan dari film the lagen of guardian gak..pengen bgt ni liat kisah selanjut’na..udah nyari kaya’na gak ada kabar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s