Berduyun-duyun orang mendatangi JOB FAIR… laksana mbah dukun yang duduk bersilah dengan tenang siap membacakan ramalannya…tentang gambaran masa depan yang cerah.. lewat ritual-ritual yang dilakukan mbah dukun…lewat jampi-jampinya… pengunjung pun komat-kamit menirukan mantera yang dibaca mbah dukun… sambil berharap akan mendapat “durian manis”… berharap, dengan ada perasaan optimis… diperkuat oleh sugesti, banyak pengunjung yang sudah membuktikan ramuan mujarabnya.

Pffuh… Mbah dukun itu.. di mataku, tak lebih dari pabrik raksasa yang membutuhkan banyak karyawan untuk bekerja rodi. Dengan embel-embel gaji besar, cepat naik jabatan, tunjangan fasilitas lengkap.. siapa yang tidak tergiur dengan janji-janji itu.. maka Job Fair menyedot banyak perhatian lulusan sarjana atau diploma atau magister, baik yang freshgraduated atau yang long-graduated.

Well.. ekspektasi terhadap seorang lulusan sarjana memang besar. Tuntutan dan beban yang dipikulnya sunggguh berat. Membawa nama besar almamater, mempertaruhkan nama baik keluarga besar-minimal di mata kerabat dan relasi atau calon mertua-. Juga tuntutan kebutuhan, dimana masih banyak yang membutuhkan uluran tangannya di keluarga besarnya, mudali dari adik kandung yang masih kecil-kecil, keponakan yang tak punya sandaran untuk hidup, atau yang lain. Maka, tak heran lulusan sarjana berpikir praktis dalam memenuhi tuntutan tersebut. Dan, gayung pun bersambut. Job Fair pun, sekali lagi kusampaikan, tak pernah sepi dari pengunjung..

Bukan job fair nya yang salah… dia hanya sebuah even… bukan pula penyelenggaranya yang salah… mereka hanya membaca situasi dan mengambil peluang yang ada.. tidak ada yang perlu jadi kambing hitam..

Hanya, yah, layaknya kawan baik yang sedang menasihati temannya, ada baiknya seorang sarjana itu memikirkan baik-baik rencana masa depannya. Dengan ketinggian ilmu sarjananya, sangat naif jika orientasi seorang sarjana hanya memikirkan gaji, jabatan dan fasilitas. Jika seperti itu, siapa yang akan memikirkan nasib rakyat yang kelaparan karena ulah sistem yang rusak? Siapa yang akan mendampingi nelayan agar memotong rantai perniagaan dan keluar dari lingkaran setan? Siapa yang akan mengembangkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan bangsa sendiri-dan bukan untuk dikeruk negara asing? Siapa yang akan menjadi supporting system agar Indonesia menjadi lebih baik?

Apalagi kata Pak Ustadi, seorang sarjana itu sudah bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Karena dia sudah belajar bagaimana merencanakan, bagaimana melaksanakan rencana itu, dan mempertanggungjawabkannya. Maka apapun bisa ia lakukan selama ia bisa membuat rencana, melaksanakan rencana tersebut, mengevaluasinya, dan mempertanggungjawabkannya.

Maka, bekerja di Bank Syari’ah bukan lah aib bagi seorang sarjana perikanan. Bila ia punya misi dan orientasi luas dan visioner. Tidak sekedar melakukan rutinitas kantor, lalu secara rutin mendapat tambahan-tambahan nominal tiap bulan di rekeningnya, lalu sudah berlalu begitu saja. Tidak ada kontribusi dia untuk rakyat, kepada negara. (kagak, Ji.. Gua bukan nyindir lu.. Aye cuma ambil sampel cover, beneran.. bukan sampel kasus)

-ini teks aseli nya, belum di edit-

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

10 responses »

  1. sebenernya pengen komen serius tapi krn UUNP (ujung-ujungnya Neybut Panji), akhirnya saya senyum-senyum, dan lupa mau komen apa. Yatta!

  2. yulifia says:

    idem abe,
    baca paragrap pertama, kedua dan ketiga langsung terbersit komen bernada defense… tp sampai ending-nya, gak jadi deh….

    • Adistya says:

      @abe:jiah…si abe.. ati-ati ntar jadi jerawat low.. udah tumbuh berapa jerawat sebulan ni disana?
      @yulfia:yah..nia ni kok gituw si… uuhh…

  3. wiwidia says:

    bismilah…ahli lingkungan..tp pengin kuliah ambil komunikasi..gmn ya he..

  4. wiwidia says:

    ga mau rodi job fair mba..klo gaji yang ngatur bos…tp rizki itu dah diatur am Allah…jd g perlu rodi aplagi tanam paksa ha

  5. arohmanpanji says:

    jyah….
    kayaknya gak puas dia buat notes di FB…
    di posting pula di blog-nya, ckckckc…..
    *so, what u’r next destination after graduate bos?
    -welcome d’new world, hohohoho-

    • Adistya says:

      @ pnj: still compiyus.. diminta kesini..pengennya disana.. pengen disana.. disuruhnya kesono.. beuh..

      • arohmanpanji says:

        just choose the one w/ your heart..
        -halah, sotoy tingkat tinggi-

        tp klo kita Imam Syafii bagus tuh, merantaulah….

  6. yang comment yang udah lulus aja yak? saya mah, kayaknya ga pake “job fair-job fair”-an, dah jelas niatan awal ambil jurusan ilmu ekonomi. Do’akan bisa terlaksana… ^_^
    @yang udah pada comment di atas : selamat…selamat… udah lulus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s