Ada yang tau lagunya Nidji, Dosakah Aku?

Teringat video klip lagu tersebut, tentang siswi SMA, sebut saja Bunga, yang (maaf),di ”halimin” ama pacarnya, sebut saja Halim. Tapi si Halim ini nggak mau tanggungjawab. Trus ada temen Bunga, sebut saja Joko, yang simpati sama tu cewek (Bunga, maksudnya). Joko nggak tega ngeliat penderitaan Bunga yang bertubi-tubi. Bunga yang sedang hamil, dikucilkan dan dihakimi massal oleh masyarakat. Akhirnya Joko pun melafalkan ijab qobul dengan ayah Bunga saat bayi Bunga lahir.

Nah, trus ngapa?

Critanya, di suatu acara musik pagi jam 9 an, dikomentari sama host acaranya, Olga, gini, “Kita tak perlu menghakimi mereka. Kita tak perlu menjadi hakim mereka. Biar Tuhan yang menjadi hakim bagi mereka. Apakah ini dosa atau tidak”

Beuhh…spontan pengen berontak rasanya ke depan panggung tu. Tapi sayang, saya cuma nonton di tipi. Itupun cuma sekilas, sambil beli maem di warung Mba Nur, Pogung.

Bagiku, sekilas komentar Olga tadi sama aja dia ngebolehin hamil di luar nikah, dong. Soalnya, ntar kalo si cewek hamil, n orang sekitar rame ngebicarain buntingnya die, gampang aja. Tinggal bilang, “Kita nggak usah menghakimi mereka. Biarlah Tuhan yang menjadi hakim mereka, apakah ini dosa atau tidak..”

Ya Ampyuunn…plis, deh, mas…mas ato mba, ya…kok gitchuw, seeeehh..

Jadi inget sesuatu…(serius mode: on)

“Pada hakikatnya, kita, manusia, memang punya keinginan untuk keluar dari jalur yang ada. Keinginan untuk lepas dari aturan, keluar dari etika, itu ada pada diri setiap manusia. Maka, fungsi lingkungan di sini menjadi penting. Karena lingkungan berfungsi sebagai pengontrol ketika kita, menyimpang dari jalur yang seharusnya.”

Video klip itu punya sisi bagus, emang. Lewat video klip itu seolah ingin mengajarkan pada masyarakat untuk tidak menghakimi secara sepihak tentang kasus-kasus seperti itu. Atau kasus lain seperti perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, korupsi. Masing-masing sudah ada pengadilannya sendiri. Baik di dunia maupun di akhirat. Terkait pengucilan terhadap pelakunya, itu adalah sanksi sosial di dunia. Agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran seperti itu sangat mengganggu masyarakat juga.

Sisi jeleknya,video klip ini seolah ingin mengatakan bahwa hamil di luar nikah itu wajar saja terjadi di masyarakat. Jika si perempuan sudah cinta mati dengan pacarnya gimana? dan kalo dia rela mengorbankan segala-galanya, trus mau gimana lagi? Trus kalo mereka melakukan itu dengan begitu saja dan tiba tiba perutnya udah buncit? Mau digimanain lagi?

Yup, itulah. Seolah-olah, “pembiaran” itu menjadi dewa penolong yang memberi ketentraman. “Yo wis kadung ngene, njuk piye? Wis, rak popo, lah”.

Itu yang aku nggak suka dari klip itu.

Oke, nggak apa kalo udah terlanjur terjadi. Toh udah terlajur terjadi. Tapi salah juga kalo bilang, “Kita dah nggak bisa ngapa-ngapain lagi”. Lebih bijak kalo begini, “Ya udah, untuk kasus ini tidak perlu diperpanjang dan diperlebar. Cukup sampai sini saja. Tapi untuk mencegah kejadian serupa, maka para orangtua di lingkungan ini harus waspada jika melihat anaknya memiliki pacar. Mau apa, sih dengan pacarnya? Mau curhat? Kenapa nggak sama bapak ibu saja? Kalo sudah pake status ‘pacar’, maka nggak asik kalo nggak pegangan tangan, nggak boncengan berduaan. Aseli, deh. Jadi, mending nggak usah pake status ‘pacaran’ sama pacarnya. Mau cari apa, sih, dengan pacaran?” Geetu..setuju pemirsa sekalian?? (n_n)^

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

6 responses »

  1. muftisany says:

    beli nasi pa nonton dahsyat dis ?

  2. Eki says:

    biar bisa nonton, jadinya beli nasi fid.. hehehe..

    Sudah banyak masyarakat “membiarkan” kasus2 seperti ini. Yang paling jreng memang Ariel, yang dapat sanksi sosial. Namun, untuk Sheila n Andji drive, ga ad tuh sanksi sosial yang terlihat.. padahal dah jelas.. lahir tanpa ada status pernikahan.. naudzubillah

  3. Adistya says:

    @Moef: Kan anak kos..jadi, sambil berenang, nangkep ikan. Kadang g nyangka dpt ikan barakuda ato tuna. tp kdng jg cm dpt teri.
    @Eki: yah..begitu lah..

  4. Hasan Basri says:

    Hmm..gitu ya. Saya gak terlalu nggatekke masalah video klip. Cuman secara aransemen menurut saya emang kurang bagus.

  5. ardianfine says:

    ibarat puasa, lebih nikmat bukanya ya pas waktunya buka,, bukan sebelumnya, batal jadinya…

  6. Adistya says:

    @HasanEtos: Yupp…kira-kira beget0oh..
    @Ardianfine: like this…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s