………….

Menyadari bahwa hidup punya detik-detik gentingnya, adalah keharusan bagi kita.

Itu bahkan salah satu seni hidup yang paling rumit.

Sukses pada detik itu akan memberi arti sangat mendalam bagi sisa-sisa kehidupan berikutnya.

Semacam kanal penyambung, atau jembatan penghubung.

Yang tanpa kesuksesan di detik itu kita tak kan pernah sampai ke ruang hidup seberang sana,

secara waktu dan usia, atau secara perjalanan dan peran dan fase-fase pencapaian.


Tetapi dalam spirit penghayatan,

detik genting adalah penghela sekaligus lompatan perjuangan.

Penghela yang berarti jenak mengambil nafas,

pelontar sebagai pendorong untuk bergegas agar tidak jatuh di detik-detik itu.
………..

Dari buku “HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA” (Tarbawi Press)

Inspiring from Kartika Dwi Hapsari’s note on her facebook

Album Kenangan Asma Amanina Angkatan II

“Kesuksesan BESAR milik mereka yang menyandarkan pada YANG MAHA BESAR”

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

3 responses »

  1. wiwidia says:

    mba dari tulisan awaldiatas…ak sdh bs menebak akhirnya pasti ada tulisan hidup tak mengenal siaran tunda…

    detik itu milikku…

  2. hak1m says:

    kapan ujian skripsi? ato ujian yang lain? šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s