Satu lagi teman ku akan pergi ke Jakarta. Sudah 2 dalam waktu dekat ini..

Kali ini teman halaqoh ku. 5 tahun kebersamaan kita. Meninggalkan sedih di ujung episode ini.

Dia terlalu berarti bagiku. Lebih dari seorang teman, tapi juga kakak, dan sahabat yang berkesan.Aku banyak belajar darinya..tentang empati..tentang kedewasaan..tentang komunikasi..dan banyak hal lainnya..

Dan, seperti yang kurasakan di kepergian sebelumnya,

di saat ku menyadari sebentar lagi kami akan terpisah oleh jarak yang jauh,

aku benar-benar merasa sangat kehilangan.

Aku menjadi seperti anak itik yang ditinggal induknya.

Merasa lemah, merasa tak bisa berbuat apa-apa, dan merasa tidak berarti apa-apa.

Sebelum akhirnya akal sehatku menarikku dari dunia melankolik ini, aku akan terus merasakan kesedihan yang amat sangat.

Untuk melampiaskannya, tak urung aku melakukan hal yang unik.

Missal, memperlama rute perjalanan pulang agar berlama-lama di motor. Dengan slayer menutupi sepertiga bagian wajahku, aku menangis sejadi-jadinya.

Jika perlu, kukeluarkan suara-suara parau dari tenggorokanku. Untuk melampiaskan kesedihanku.

Jika rute menuju rumah tinggal sebentar lagi tapi masih belum puas juga, kuambil jalan memutar, mencari jalan yang lebih jauh untuk tiba di kos/ asrama.

Pikirku, “Daripada nangis di kamar, kenceng sedikit ntar dikerumunin orang, dikira orang aneh, nangis tanpa sebab.

Mending nangis di motor sendirian. Nggak ada yang denger. Nggak ada yang memperhatikan.

Yang penting kan kalo udah nyampe rumah udah sembuh, nggak akan nangis lagi. Walaupun terkadang sedihnya masih ada, tapi paling nggak, udah nggak histeris lagi”

Hasilnya/ efeknya, jika sudah puas dengan pelampiasan tadi, perasaan kehilangan itu membuatku berfikir untuk tidak larut dalam kesedihan.

Aku sadar, keberadaan diriku pada titik sekarang ini tidak mungkin terlepas dari peran sobatku.

Semangat yang kumiliki saat ini, etos kerja, optimisme dalam hidupku merupakan getaran yang saling beresonansi antara diriku dan dirinya-bahkan mereka.

Ketika tiba pada saat sahabatku harus pergi meninggalkanku, aku tidak boleh semakin merosot dari titik ini.

Aku harus tetap bertahan, bahkan terus mendaki ke titik yang lebih tinggi.

Karena kepergian sobatku juga, bukan untuk turun ke titik yang lebih rendah. Tapi dia-lebih tepatnya mereka- telah sampai pada pintu gerbang selanjutnya. Pintu gerbang lanjutan setelah menamatkan status sebagai mahasiswa. Maka aku tidak boleh cengeng.

“Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini. Melakukan yang terbaik”.

Dan itu membuatku berfikir untuk berbuat lebih baik dari sebelumnya. Jika dulu aku kuat saat bersama sahabatku, maka sekarang aku harus tetap survive, walaupun tanpa sahabatku itu. Walau itu akan terasa berat di awal.

Pffh.. jangan heran atau aneh, melihatku memaknai persahabatan ini sebegitunya. You have to know, that it’s me.

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

7 responses »

  1. hak1m says:

    aku manusia salju
    dibikin dari bola-bola langit
    menatap ujung jalan ini
    menanti matahari terbit
    dari hatimu yang berkobar
    untuk melelehkanku
    biar jadi air
    menuju muara yang asin

    dan cita-citaku musnah
    suatu ketika kelak
    namun kata katamu
    dan kata-kataku
    kata kata kitalah
    yang meneruskan hidup
    untuk menggambarkan
    bahwa masih ada puisi
    masih ada ukhuwah
    masih ada kita

    kau adalah buku
    yang selalu terbuka untukku
    sobat, saudaraku….

    *dikirim dari oemar timbul untuk hak1m

  2. wiwidia says:

    hem…sama mba …ak jg br kayak gt…agh aplgi klo bsok mba pergi beneran ………haaaaaaaaaaaaaaaa

  3. Adistya says:

    @ hak1m: kata-kata..ukhuwah..puisi..I”ve got the point..
    @wiwidia : dari sekarang belajar terbiasa..biar besok pas beneran jadinya udah biasa..ala bisa karena biasa..

  4. niefha says:

    Hm..
    Adist bisa melow juga ya? ^ ^

  5. yulifia says:

    kok jd ikut sedih bacanya…
    kyny adist n nia pny kebiasaan yg mirip… mewek sekenceng2nya di motor… rekorku, magelang-jogja nonstop, tp jangan pikir selesai masalah dis… karena efeknya mungkin br hilang 2-3 jam kemudian, mata bengkak, merah dan panas

  6. Aduh saya ikut sedih nich, hanya orang2 yg tabah dlm menghadapi kehidupan, cobaan , buruk sangka, hujatan, dia akan mendapatkan kemulyaan disisi-NYa amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s