Senin, 5 Oktober 2009

Sejak dini hari mengganti hari yang baru, rumah itu berselimutkan duka.

Kabut duka semakin tebal ketika sekitar pukul 02.00 suara mobil ambulan

yang membawa jenazah sang ayah tercinta tiba di halaman rumah..

Murtirejo (bener, ga?), Kebumen.

Setelah 8 hari sang ayah, H. Ikhsanuddin mengalami pendarahan otak dan tergeletak tak sadarkan diri,

Di RS Margono, Purwokerto.

Sesaat setelah mengalami kecelakaan, yang tak meninggalkan seorang pun saksi mata.

Ah..itulah sekilas gambaran dari rumah Asih saat ayahnya meninggal..

Tak bisa berkata banyak..Tak kuasa banyak bertindak..

Hanya bisa merasakan kesedihan yang mendalam..

Dan salut akan kekuatan jiwa keluarga asih saat mencoba mengikhlaskan..

Ketika nyawa yang hanya titipan dari Sang Illahi itu diambil kembali..

Dari raga seseorang yang sangat berarti dalam hidup…

(T_T)

Insya Allah Asih dan keluarga tetap tegar..dan tetap kuat..

Baik hari ini..esok, seminggu lagi..setahun lagi..dan seterusnya..

Jika aku yang diberi ujian itu saat ini, mungkin aku tak sekuat mereka..

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s