Disini akan kututurkan sebuah kisah yang indah. Pengalaman yang belum tentu aku temukan di 2 atau 5 tahun ke depan. Dan pasti akan kurindukan. Sebuah reminder secara tidak langsung Allah turunkan kepadaku, saat imanku sedang rapuh. Bak sebuah surat cinta dari Allah, agar aku lebih mendekat kepada-Nya. Ya Robbi..reminder ini adalah sebagian kecil dari kasih sayang-Mu kepadaku. Masih banyak kasih sayang yang Kau berikan padaku tiap waktu, tapi selama ini aku tidak bersyukur. Ini baru sepersekian persen dari 1 persen kasih sayang yang Kau turunkan ke bumi. Tapi terkadang aku tidak peka menangkap sinyal-sinyalnya. Sunguh hari ini kurasakan betapa Maha Penyayangnya Engkau.

Pagi ini, semua kerapuhan dan kebobrokanku, dikupas habis oleh-Nya. Melalui seorang ustadz dalam sebuah majlis ta’lim.

”Maka Rasulullah diturunkan kepada umat manusia adalah sebagai hujjah dan agar di hari kiamat kelak tidak ada manusia yang protes bahwa dirinya belum mendapat peringatan. Buka QS Thoha ayat 145!”

Kata ustadz dalam kajiannya tentang Ma’rifatur Rosul, hari Rabu, 22 Juli di IC Seturan.

 

”Terkadang, kita juga suka berhujjah (=beralasan). Kita sudah tahu bahwa Qiyamullail itu banyak manfaatnya tapi masih sering mangkir. Dengan alasan kecapekan, ketiduran, dsb. Coba, siapa yang dalam sepekan Qiyamullai full selama 7 hari? Acungkan tangan. Yang hanya sekali? Dua kali?”

Ustadz mengecek kondisi keimanan peserta kajian.

Dalam hatiku sedikit menggerutu, ”Masya Allah, kok ya ditanyanya pas seminggu ini, ya. Pas aku sedang banyak bolongnya. Minggu ini keimananku emang sedang down banget. Coba 2 pekan lalu, ditanyainnya, sedang rajin-rajinnya, tuh. Kalo kayak gini, trus mau bersikap kayak gimana, coba.. serba salah..Astaghfirullah..”

 

Tak lama kemudian, Ustadz melanjutkan kembali materinya,

”Tujuan Allah mengutus Rasul adalah sebagai petunjuk dalam mengenal Sang Pencipta dan memberi panduan kehidupan yang benar. Cara kita mengetahui kehidupan yang benar adalah dengan mempelajari sisi kehidupan nabi dari Siroh Nabawiyah. Bagaimana kita akan mengajak mad’u untuk mencontoh perilaku rasul, jika kita tidak tahu sisi kehidupan beliau. Siapa yang sudah baca Siroh nabawiyahnya Shafiyurrahman Al-Mubarakfury sampai habis? Atau punya Al-Buthyi? Angkat tangan!! Yang akhwat juga..  angkat tangan.. Berapa lama antum menyelesaikannya?”

Kali ini Ustadz mengecek kualitas peserta kajian dalam membaca siroh nabawiyah.

 

Hatiku berkata, ”Masya Allah, ustadz…saya bacanya setengah-setengah, e.. jadi nggak usah acung tangan, deh.. Hiks, jadi malu deh ketauan kalo jarang baca buku siroh..apalagi tafsir..”

 

Melihat sedikitnya respon dari peserta, Ustadz melanjutkan perkataannya lagi,

”Kalo baca Ayat-Ayat Cinta, aja, cepat khatamnya” Lanjut ustadz dengan nada menyindir,

”Giliran disuruh baca siroh..setahun nggak juga khatam. Memang betul, ada manfaatnya membaca Novel Ayat-Ayat Cinta. Tapi seberapa besar manfaatnya dibandingkan membaca siroh nabawiyah? Ha?..Pantas saja ketika mengisi kelompok halaqoh antum kehabisan bahan. Akhirnya yang diceritakan ttg Ayat-ayat Cinta. Lha wong yang dibaca begituan. La haula wa laa quwwata illa billah..”

Suara Ustadz bergetar seakan menahan gejolak yang berkecamuk dalam hatinya. Kecewa.

 

Setelah mereda, ustadz kembali melanjutkan penjelasan Rasmul Bayan tentang kebutuhan manusia terhadap Rasul,

”Secara fitroh, manusia itu cenderung menyukai kebaikan. Misalnya saja di masyarakat Jawa. Ketika melihat wanita baru pulang jam 21.30 malam, apa komentar masyarakat? Cah wedhok kok wengi-wengi isih biyayakan (berkeliaran). Itu baru sekedar komentar masyarakat. Mereka belum berbicara masalah syari’at.”

Ustadz menekankan bahwa keluar malam itu, secara adat Jawa saja sudah tidak layak, apalagi ditinjau dari kacamata syari’at. Kira-kira begitu.

 

”Saya pernah melihat malam-malam ada akhwat yang naik motor ngebut, pake jaket fakultas X, lembaga X.” Lanjut beliau

”Saya ingat plat nomornya. Eh, ternyata ketemu motornya di Mardliyah. Ikut TTs. Masya Allah. Semoga saja motornya baru dipinjam.”

 

Astaghfirullah…hatiku memohon ampun kepada Allah atas kelalaian yang kulakukan. Mungkin bukan tidak persis seperti akhwat yang diceritakan ustadz barusan. Namun jujur saja kuakui, belakangan ini, sejak menemani Arin-adik keponakan- mempersiapkan MOS SMAN 1 YGY, aku sering pulang di atas jam 19.00. Bahkan, baru saja sekitar dua hari yang lalu aku pulang lewat jam 21.30. Dengan perasaan yang sangat tidak nyaman. Dan tidak berani pulang ke asrama. Menginap di kos Arin, saudaraku. Sejak tinggal di asrama dan bertaubat, baru sekali itu aku pulang kelewat malam. Itupun karna terpaksa, menunggui laptop arin di install. Awal berangkatnya memang sudah kemalaman, jam 19.30. Saat mencari service laptop buat menginstall kan Ms. Office untuk laptop arin, toko-toko dah pada tutup. Yang masih buka hanya rental CD program. Akhirnya sekalian diinstall disitu. Dan ternyata sangat luama sekali. Jam 21 baru selesai. Perjalanan pulang memakan waktu 30-40 menit. Yah, wallahu a’lam apakah aku atau bukan yang dimaksud ustadz, yang jelas kuakui kesalahanku. Dan sungguh, aku tidak ingin mengulanginya lagi.

 

Reported by : Adistya Pratiwi

-Inspired from-

Talaqqi Madah, 22 Juli 2009, @ IC Seturan,

tentang Ma’rifatur Rasul, oleh Ustadz Sholihun

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

3 responses »

  1. vhe says:

    Sekarang ane jadi tahu kenapa pengumuman peserta terbaik talaqi madah ga segera dikeluarin ma pak doles and pak nurdin, pasti bingung milih anti ato ane.Hehe…
    Jam 6 udah mpe IC, terlambat 5 menit setor hafalan 30 ayat atau kasi buku min.Rp 20 rb ke SKI…
    Subhanallah…,itu belum seberapa ya,dengan ilmu yang kita dapat dari ustadz2, langsung dari beliaunya…
    Moga diberi kemudahan dalam mengamalkan,
    soal jam malam….,teringat kata2 seorang ustadzah, akhwat keluar malam tanpa mahrom,jangan dianggap hanya ketakutan kita karena menyandang gelar akhwat, tapi itu syariat, dan itu yang lebih penting dari semua status yang kita sandang..
    Fasthabiqul Khoirot yuk:)

  2. Adistya says:

    @vhe: okey lah..i agree with you..
    Talaqqi maddah..unforgottable memory..
    dah dapet koki jamur yang handal? inspiratif siap memuatnya di halaman buletin paling belakang..

  3. niefha says:

    Makasih adis.. Aku tertampar nih.. T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s