Ahad, 14 Juni 2009

Ceritanya ada teman yang sakit. Ambruk, kecapekan. Dia meminta tolong dibelikan susu dan buah pada Zae. Karena saat itu aku sedang bersama Zae, pergilah aku mengantarkannya beli susu dan buah.  Buah, mudah didapat. Di pinggir jakal deket MM pun ada. Susu segar? Saat itu pukul 16.00. Rata-rata warung penjual susu segar baru buka setelah pukul 17. Dibelikan susu kotak aja gimana? Jangan, karena khasiatnya kurang. Ke jalam Monjali aja kayaknya ada warung yang jual susu segar. Menelusuri jalan monjali ke arah selatan, kami pun menemukan warung Spesial Susu.

Zae: Kayaknya ini satu manager sama Spesial Sambal, deh. Dilihat dari logo dan warungnya

Tya : Mau nggak, ya ngiklan di inspiratif..

Zae: Kalo yang punya Spesial Sambal, pak Yoyok. Aku pernah ketemu. Malah ditraktir di SS, tau.

Tya : Hmm..enaknya..

Zae pun bertanya kepada penjaga warung. Apakah Spesial Susu ini sama pemiliknya dengan special sambal? Menurut pelayan disana, owner nya sama, tapi manajemennya beda.

Tya : Cerita, dunk gimana waktu Zae ketemu Pak Yoyok?

Zae: Waktu aku ikut dauroh kader tokoh, salah satu tugasnya adalah mencari tokoh yang sesuai dengan skill yang kita pilih. Lalu menggali dan belajar banyak dari beliau. Tapi karena dulu nggak jelas follow up nya, ya udah nggak jalan programnya.

Zae lagi : Karena bidangku kewirausahaan, Aku punya rencana ketemu pak Yoyok. Beliau dulunya aktivis mahasiswa. Ide beliau untuk Spesial Sambal sangat unik. Seperti member doorpize bagipelanggan. Doorprize nya sandal jepit. Atau memenuhi dinding warung dengan kata-kata bermakna, tips-tips konyol dan berguna. Tujuannya agar pelanggan nggak bosan menunggu makanan yang sedang dimasak. Karena meracik sambalnya emang butuh waktu lama. Rasa sambal yang khas dan unik itulah andalannya.

Tya : O, gitu..coba minta nomornya, zae. Tak coba masukin proposal inspiratif.

Zae; Waduh, afwan aku udah nggak nyimpen di HP. Tapi kalo ty ke SS, trus ada CP, itulah nomor beliau.

Tya : Ha??Iya, po??

Zae : iya, karena beliau ingin mendapat masukan langsung dari pelanggan. Bukan dari orang lain. Malah kalo mau kasih masukan, bisa ditraktir sama beliau.

Tya : Usul, zae. Gimana kalo zae ngajak ketemuan pak yoyok lagi, trus nanti tya nebeng kasih proposal..

Zae : Huu…materialistis, itu namanya..

Tya : Ya..habis kan saying kalo relasi itu nggak dijaga dan dibiarkan putus begitu saja (jadi inget relasi inspiratif yang terbengkalai)

Zae : atau tya pura-pura kasih kritik aja tentang SS, trus kalo ketemu, aku ikut, deh..

Tya : Ye..sama aja..Tapi, Boleh juga idenya. Tapi BTW, emang apa sih yang menurut zae masih kurang di SS selama zae makan disana?

Zae:Mmm..apa, ya..oiya..waktu aku makan disana, daun pisangnya kotor, masih ada putih-putihnya…

Tya : Hiiii…Oek oek….Trus, kalo nunggu masakan lama itu gimana? Apa nggak jadi keluhan pelanggan?

Zae : Menurutku, itu kayak udah jadi pemakluman gitu, ya. Karena sambel yang khas itu kan ngolahnya lama. Lama tapi enak dan khas. Gitu.

Tya : Oke. Kesimpulannya, kita coba pake dua arah. Pertama lewat kritik. Mengkritik yang zae keluhkan, dan sekaligus nanya tentang hubungan Spesial Sambal dengan Spesial Susu. Kedua, zae yang bikin janji dulu. Menyambung silaturahim yang lama terputus, sekaligus cerita perkembangan usaha zae sekarang giamana-gimana, gitu. Okey?

Zae : sip..

Geetuhh… (khas Mbok D dan Mbah H)

Jadi nggak cerita tentang teman yang sakit, ya pren. Padahal dia juga teman kita juga, lho. Lagipula, beliaunya malu kalo ketauan sakit karena jadi merepotkan, katanya.

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s