Puisi Dewi Lestari, dalam buku Filosofi Kopi (dengan penyesuaian kata)

SPASI

Seindah apa pun huruf terukir,

dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?

Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?

Dan saling menyayang bila ada ruang?

Kasih sayang tidak ingin mencekik,

selama tali itu tak mencekiknya,

jadi ulurlah tali itu.

Nafas akan melega dengan sepaang paru-paru yang tak dibagi.

Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.

Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat,

Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

-kata temen, rectoversonya Dee bagus..hmm..beli nggak, ya?.. Minta saran-

Advertisements

About Adistya

I'm a 22 years old girl. Just it. to be continue..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s