Tag Archive: ukhuwah


19 Ramadhan 1432 H

1#PREAMBULE

Hari ini adalah hari yang melelahkan. Tapi Alhamdulillah, banyak hikmah yang kudapat. Seperti biasa, setiap hari Jum’at, jam mengajarku di SMP tidak banyak. Bahkan bisa dibilang kosong. Maka rutinitas jum’at ku adalah di luar area Prambanan.

Setiap Jumat pagi pukul 07.00 jadwalnya syuro rutin bidang ku di Islamic Center, Seturan. Jika undangan jam 07.00, maka aku harus berangkat setengah jam sebelumnya jika tidak ingin terlambat. Aku kapok terlambat karena teguran Pak Tovan, mas’ulku, yang pernah mengirimiku sms ketika aku terlambat lebih dari 15 menit tanpa pemberitahuan. Isi smsnya: “Semoga keterlambatan kita tidak menjadi penghambat dakwah”. Beuh.. nonjok betul. Tapi bukan karena itu juga, sih aku selalu mengusahakan sebisa mungkin untuk tepat waktu. Agar dapat balasan yang terbaik, maka aku juga harus memberikan yang terbaik. Bukankah telah tercantum dalam Ar-Rohman: 55 bahwa, “Apakah balasan bagi kebaikan (*ihsan, sebenernya artinya kebaikan yang terbaik), kecuali kebaikan/ ihsan itu sendiri”.

Oke, kembali ke syuro jam 07.00 pagi, biasanya selesai jam 08.00 atau 09.00. trus, perjalanan selanjutnya adalah liqo pekanan jam 11.00. karena perjalanan yang ditempuh sekitar 45 menit dari Seturan, maka setidaknya maksimal pukul 10.15 aku sudah berangkat dari IC Seturan atau 10.30 dari sekitar UGM.

Liqo biasanya baru selesai maksimal pukul 14.00. kadang juga pukul 14.30. setelah itu, agenda buat ngeliqoin. Gentian, dunk, habis diisi, trus ngisi. Biasanya ngeliqoin membutuhkan waktu lebih lama. Pernah mulai pukul 14.00, selesai pukul 17.30. atau mulai pukul 15.30, selesai pukul 18.30 *sekalian maghrib di tempat. Dari tempat liqo adek-adek, normalnya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai tempat hunianku, karena tempat liqo tidak jauh dari area kampus. Namun, aku telah menginfakkan 45-60 menit untuk bisa mampir ke suatu tempat sebelum aku mengakhiri perjalanan tarbiyahku hari ini.

Sabtu, 2 Maret 2011

Part 1: prematur..

Apa yang kau rasakan, jika ada temen sekelompok halaqohmu yang dipindah oleh murobbinya, tanpa ada pengkondisian yang baik? Pasti sedih.

Bagi yang dipindah, akan ada rasa diperlakukan berbeda dengan yang lain. Akan timbul pertanyaan, “Mengapa aku yang dipindah? Nggak yang lain? Apa salahku sehingga aku nggak bias melanjutkan perjalananku dengan halaqoh ini.. Ah, pertanyaan bodoh. Bukankah tsiqoh itu lebih menenangkan. Sudahlah, husnudzon saja sama scenario Allah”.

Lalu, bagi teman-teman yang ditinggalkannya akan muncul pertanyaan, “Ya Allah, ukhuwah ini baru saja terajut. Mengapa begitu cepatnya kau memisahkan kami? Proses tafahum dan ta’awun itu belum berjalan seutuhnya.. mengapa dia dipisahkan oleh kami, ya Robb..”.

View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.