Tag Archive: tarbawi


………….

Menyadari bahwa hidup punya detik-detik gentingnya, adalah keharusan bagi kita.

Itu bahkan salah satu seni hidup yang paling rumit.

Sukses pada detik itu akan memberi arti sangat mendalam bagi sisa-sisa kehidupan berikutnya.

Semacam kanal penyambung, atau jembatan penghubung.

Yang tanpa kesuksesan di detik itu kita tak kan pernah sampai ke ruang hidup seberang sana,

secara waktu dan usia, atau secara perjalanan dan peran dan fase-fase pencapaian.


Tetapi dalam spirit penghayatan,

detik genting adalah penghela sekaligus lompatan perjuangan.

Penghela yang berarti jenak mengambil nafas,

pelontar sebagai pendorong untuk bergegas agar tidak jatuh di detik-detik itu.
………..

Dari buku “HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA” (Tarbawi Press)

Inspiring from Kartika Dwi Hapsari’s note on her facebook

Album Kenangan Asma Amanina Angkatan II

“Kesuksesan BESAR milik mereka yang menyandarkan pada YANG MAHA BESAR”

IQRO’!!!

“Segala yang berlebihan akan berakhir mengecewakan”

Judul majalah tarbawi edisi 216, Dzulhijjah 1430 H..

saat melihatnya di rak buku sebuah toko buku,

tanpa pikir berapa budget bulan ini tuk beli majalah..

langsung kusambar tarbawi itu, kulihat sekilas isinya, dan kubawa ke kasir untuk kubayar.

Hemm….

membacanya…

membuat hati ini mak jleb jleb..

-padahal belum sampai menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hatiku,

tentang berlebih-lebihan-

mengapa kisah Dzul Huwaisirah yang diambil dalam kajian utama ini?

Semata-mata karena melahirkan sikap Abu Mas’ud kah?

View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.