Tag Archive: syuro


2# Tetralogi 190811

19 Ramadhan 1432 H

2# My Today

Hari ini, jam 07.00 seharusnya syuro rutin bidang. Tapi dengan segala kerendahan hati, aku meminta maaf kepada mas’ul bahwa pagi ini aku terlambat menginfokan adanya syuro pagi ini ke temen-temen lain. Sehingga syuro tidak memungkinkan untuk diadakan karena pemberitahuannya terlalu mendadak. Alhamdulillah, pak mas’ul tidak protes. Mungkin mengingat ini sudah mendekati waktu i’tikaf dan libur lebaran, juga belum ada pembahasan penting yang perlu disyurokan di bidang.

Karena nggak ada syuro, aku menyempatkan diri ke kantor SMP untuk sekedar setor muka dan say Hi kepada penghuni kantor. Lagipula pagi hari ada tatsqif rutin bersama ustadz Ali Muhsin dan Ustadz Abdul Hakim di masjid ma’had, maka sangat disayangkan jika melewatkannya (lebay.com. padahal pernah juga nggak berangkat, ding).

Lalu, pukul 10.30 aku berangkat dari Prambanan menuju tempat liqo pekanan di Nogotirto, Gamping. Eh, ternyata tetep aja nyampe sono (TeKaPe, maksudnya) telat 15 menit (harusnya jam 11.00). Habis, jalanan macet dilewati banyak orang yang mau pada sholat jumat…*kayaknya. Alhamdulillah waktu nyampe sana, baromij belum dimulai, jadi nggak dihitung telat. Hari ini banyak agenda dan program liqo yang harus dibahas. Dari pengumuman pembekalan, pemberdayaan, pengumpulan zakat dan infaq, arahan, dll. Alhamdulillah kali ini aku nggak terlalu roaming dengan agenda dan pembahasan liqo. Nggak kayak biasanya, aku merasa sering roaming. Ternyata, dengan sedikit persiapan ma’nawi yang lebih dan persiapan agenda sebelumnya, aku berhasil bebas roaming nasional.. hehe.. pukul 13.00 liqo pekanan selesai.

Tepat sekali, batinku. Aku masih punya waktu untuk mempersiapkan agenda selanjutnya, yaitu ngeliqoin, jam 14.00 agar tidak datang terlambat. Sebenarnya hari ini agenda ‘kami’ ber-13 adalah untuk syuro membahas program sebar ta’jil besok. Jadi hari ini kami lebih banyak ngobrol santai. Sekaligus aku memberi masukan tentang penampilan drama dan nasyid mereka saat acara MHFQ di masjid Nurul Islam kemaren. Masukan dariku, “kalian sangat inspiratif, karena menginspirasi kelompok lain untuk membuat tim nasyid juga. Trus, cerita dari drama kalian, tu lho, nyentil banget. Banyak yang kena sindir secara halus. Sayangnya mba nggak bisa nonton waktu itu. Kapan-kapan tampil di Baitussalam, ya. Jadi bintang tamunya pentas seni akhwat SMP. Mba tantang bisa menampilkan nasyid intifadha nya rabbani versi accapella.”

kahwat ceria

Sore itu, sambil ngobrol, kami sambil melengkapi data-data dan mengisi formulir-formulir yang perlu diisi. =P. tak terlewat juga sesi qodloya rowa’i nya. Juga ada beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan. Wah, seru, deh pokoknya. =D *maaf, kalo bahasanya jadi terwarnai bahasa remaja.. hehe.. (kadang ngerasa aneh ndiri, mung njuk piye maneh..). karena sore itu bukan acara buka bersama, dan ada beberapa yang harus pulang sebelum maghrib, maka pukul 17.15 acara kita akhiri. Aku masih standby sebentar karena masih ada beberapa urusan.

19 Ramadhan 1432 H

1#PREAMBULE

Hari ini adalah hari yang melelahkan. Tapi Alhamdulillah, banyak hikmah yang kudapat. Seperti biasa, setiap hari Jum’at, jam mengajarku di SMP tidak banyak. Bahkan bisa dibilang kosong. Maka rutinitas jum’at ku adalah di luar area Prambanan.

Setiap Jumat pagi pukul 07.00 jadwalnya syuro rutin bidang ku di Islamic Center, Seturan. Jika undangan jam 07.00, maka aku harus berangkat setengah jam sebelumnya jika tidak ingin terlambat. Aku kapok terlambat karena teguran Pak Tovan, mas’ulku, yang pernah mengirimiku sms ketika aku terlambat lebih dari 15 menit tanpa pemberitahuan. Isi smsnya: “Semoga keterlambatan kita tidak menjadi penghambat dakwah”. Beuh.. nonjok betul. Tapi bukan karena itu juga, sih aku selalu mengusahakan sebisa mungkin untuk tepat waktu. Agar dapat balasan yang terbaik, maka aku juga harus memberikan yang terbaik. Bukankah telah tercantum dalam Ar-Rohman: 55 bahwa, “Apakah balasan bagi kebaikan (*ihsan, sebenernya artinya kebaikan yang terbaik), kecuali kebaikan/ ihsan itu sendiri”.

Oke, kembali ke syuro jam 07.00 pagi, biasanya selesai jam 08.00 atau 09.00. trus, perjalanan selanjutnya adalah liqo pekanan jam 11.00. karena perjalanan yang ditempuh sekitar 45 menit dari Seturan, maka setidaknya maksimal pukul 10.15 aku sudah berangkat dari IC Seturan atau 10.30 dari sekitar UGM.

Liqo biasanya baru selesai maksimal pukul 14.00. kadang juga pukul 14.30. setelah itu, agenda buat ngeliqoin. Gentian, dunk, habis diisi, trus ngisi. Biasanya ngeliqoin membutuhkan waktu lebih lama. Pernah mulai pukul 14.00, selesai pukul 17.30. atau mulai pukul 15.30, selesai pukul 18.30 *sekalian maghrib di tempat. Dari tempat liqo adek-adek, normalnya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai tempat hunianku, karena tempat liqo tidak jauh dari area kampus. Namun, aku telah menginfakkan 45-60 menit untuk bisa mampir ke suatu tempat sebelum aku mengakhiri perjalanan tarbiyahku hari ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.