- (lanjutan part 3)
- Di sisi lain aku suka, caramu mengingatkanku. Kamu type orang yang blak-blakan mengingatkan potensi tercemarnya kamarku oleh najis dari kamar mandiku. Dan juga memberi masukan untuk solusi kamar mandiku yang agak bermasalah. Walaupun, menurutku, itu sudah aman dalam kerangka ilmu yang aku miliki. Memang belum ideal. namun, baru segitu yang sanggup aku lakukan. Bukankah kita diperintahkan bertaqwa sebisa kita? Aku pun sedang mencoba memperbaikinya. Perlahan. Step by step. Begitu juga perilaku sholihahmu, membuatku ingin menyamaimu. Dalam hal QL, dhuha, rutinitas pagi, produk halal MUI, keuletan baca jurnal, dll.
Footnote:
Kucoba mencari sumber api dari asap sikapmu yang membuat perih mataku itu. Mungkin, karena kondisimu belakangan ini berada dalam kondisi tertekan. Tertekan oleh target hidup, tertekan oleh tuntutan, masa depan, dll. Atau mungkin juga ada sikapku padamu yang membuatmu sakit hati. mungkin aku belum meminta maaf dan luka itu masih membekas di hatimu. Sehingga ketika bertemu denganku, luka itu menjadi perih karena daku yang telah menggoreskan luka itu. Maafkan aku, teman.
NB: Kuputuskan untuk mengangkat di blog ku. Kuyakin jika kau membacanya, kau sms diriku dan mengkonfirmasi hal ini. Percayalah, you are still my best fren..
-THE END-
