GraffitiGen is a free online graffiti creator where you can quickly and easily generate free graffiti.
via Graffiti Creator.
GraffitiGen is a free online graffiti creator where you can quickly and easily generate free graffiti.
via Graffiti Creator.
Mimpi…
Kau menerlantarkanku…
Kau menjauhiku…
selama 5 bulan,
kau biarkan ku berjalan sendiri..
Ah..sejak kapan aku merasa sendiri..
Dan biarkan saja aku diterlantarkan oleh mimpi..
Antara harapan, asa, mimpi, keinginan, cita-cita, tujuan
dan semangat, iman, optimis, motivasi, attitude, keberanian
Ada jurang yang harus kulalui…
Berhasilkan kulewati jurang itu?
Sampai kapan kau berada di titik ini?
itu pertanyaan yang dulu kau tanyakan..
Kini, ingin ku bertanya,
Sampai kapan aku berada di atas jembatan ini?
Kau yang menuntunku melewati jembatan ini..
tapi aku tak bisa melihat ujung jalan jembatan yang kita, eh aku, lalui…
“Loncat saja…Kau pasti bisa….” katamu kemudian..
Ya Allah…semoga perjalanan ini mengingatkan ku dan menguatkanku tuk selalu berada pada indahnya hidayah dari-Mu…
Masalah bisa datang dari berbagai arah,
Rintangan sangat mungkin mengikis keinginan.
Tapi Allah tak kan ciptakan hujan tanpa petir dan juga tanpa pelangi,
Karena Allah tidak menghadirkan karang yang kokoh tanpa lautan dengan ombaknya yang mampu menghantam.
Remember! we are never alone..
Allah menemani..
ada orangtua. teman, keluarga..
Mereka ada untuk kita..
Persoalannya sekarang,
tinggal kita dan diri kita.
Cukupkah niat kita untuk menggapai mimpi kita?
Cukup mantapkah kaki kita tuk melangkah meraihnya?
“SHOW YOUR BEST ‘N NEVER GIVE UP!!!..”
Tertulis, 14 Maret 2008
“Biar kepahitan itu pergi. Agar kemanisan mengisi.
Biarkan kekecewaan berlalu. Agar kegembiraan mewarnai.
Biarkan kegelisahan lenyap. Jangan hilang semangat.
Biar penderitaan itu menyapa. Agar kekuatan kita jana semula.
Biarkanlah diri ini derita. Agar aku tahu kepahitan derita ini.
Agar aku sadar kesengsaraan ini. Tak sama, bahkan hanya secuil.
Dari penderitaan Rasulullah saw.
Tuhan sesekali tidak menzalimi hambaNYA.
Tapi manusialah yang menzalimi mereka sendiri.
Cahaya kelam pahala dosa. Berupaya memilihnya.
Walau kadang kala tersasar lantaran pautan nafsu.
Namun peluang dari-NYA senantiasa ada.
Namun kasih dari-NYA senantiasa memayungi.
Diturunkan ad-din memperhalus akal.
Dianugerahkan akal memperhalusi akhlak.
Dikaruniakan akhlak mempercantik pekerti.
Menjadi sebaik-baik umat. Tunduk sebagai hamba. Berjalan sebagai khalifah.
Menyusuri kehidupan mencari sebutir permata “iman”.
Menyemai pohon ‘taqwa’. agar dapat berteduh dari kepanasan ‘nafsu’. agar dapat berlindung dari angin hasutan ’syaitan’.
dalam mencari KERIDHAAN ALLAH semata.
Dikutip dari http://cahayasyurga.imeem.com.
Untaian kata yang menyejukkan hati yang sedang gundah gulana saat ini..”
Tertulis, 2 September 2008
Saat pergantian selalu butuh waktu untuk adaptasi untuk stabil kembali-
“Ya Allah….
Kurasakan….
Batu karang itu tak setegar dulu…Kini rapuh….
Baja yang kokoh itu kini hampir meleleh…
Mereka butuh sesuatu untuk mejadi tegak kembali…
Mereka butuh sesuatu penopang yang ekstra kokoh…
Ya Allah….
Munculnya kerapuhan jiwa ini tak lain karena hamba menjadikan hal lain sebagai penegak keimanan ini…
Bukan karena Allah…Mungkin karena lingkungan…sosok teman…sosok senior…
Astaghfirullah….
Padahal…
Tak ada satupun yang dapat mengalahkan Allah sebagai penopang hidup…
Ya Allah…
Beri ku kesempatan tuk jadi lebih baik…”
Ahad, 14 Juni 2009
Ceritanya ada teman yang sakit. Ambruk, kecapekan. Dia meminta tolong dibelikan susu dan buah pada Zae. Karena saat itu aku sedang bersama Zae, pergilah aku mengantarkannya beli susu dan buah. Buah, mudah didapat. Di pinggir jakal deket MM pun ada. Susu segar? Saat itu pukul 16.00. Rata-rata warung penjual susu segar baru buka setelah pukul 17. Dibelikan susu kotak aja gimana? Jangan, karena khasiatnya kurang. Ke jalam Monjali aja kayaknya ada warung yang jual susu segar. Menelusuri jalan monjali ke arah selatan, kami pun menemukan warung Spesial Susu.
Orang bertakwa…
Tahu arti orang bertakwa? tau hakikatnya?
Orang takwa itu intinya hati-hati..hati-hati dalam segala hal..
Puisi Dewi Lestari, dalam buku Filosofi Kopi (dengan penyesuaian kata)
SPASI
Seindah apa pun huruf terukir,
dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang bila ada ruang?
Kasih sayang tidak ingin mencekik,
selama tali itu tak mencekiknya,
jadi ulurlah tali itu.
Nafas akan melega dengan sepaang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat,
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
-kata temen, rectoversonya Dee bagus..hmm..beli nggak, ya?.. Minta saran-