Perjalananku bersama tim inspiratif, membuatku belajar banyak hal. Tentang ketaatan, ini yang paling berat. Karna ku memang bermasalah dalam hal ini. Alhamdulillah, aku bersama tim yang sangat mengerti dan sabar menghadapiku. Dan, berani mengingatkan saat aku salah. Ini yang penting.
Seperti halnya saat menggarap “inspiratif” edisi 1, 2 dan 3. Edisi pertama, saat berperan di editor, saya nggak tau apa yang harus saya lakukan. Padahal, setelah terbit, ternyata sebagaian komentar pembaca mengkritik spelling yang tidak sempurna dan banyak salah kata atau huruf. Dan kesimpulannya, saya tidak cocok jadi editor. Lalu di edisi kedua, tentang pelayanan. Saya diletakkan di bidang marketing. Alhamdulillah, “terbukti dan teruji”, kata mas’ul. Tapi sebagai PJ inspiratif, saya perlu bertanggungjawab juga dalam mengisi peran yang masih kosong atau kurang personil. Awalnya, bantuin reportase untuk issue. Lalu, saat finishing editing, saya melihat banyak kekurangan disana-sini. Maka saya acak-acaklah isinya. Dari editorial dan di balik hijab yang bahasanya Panji banget namun bernada pesimis..Issue setelah revisi pertama sudah cukup. Lalu Delapan Suara yang kurang penjelasan di pengantar..Tindakan saya ini seingat saya membuat terbitnya semakin lama. Karena terkendala Anjas (layouter) yang sedang ujian, laptop Panji yang nggak ada corel X3 nya..punya Hafidz yang beda font..Berdasarkan laporan, inspiratif edisi kedua ngaret 6 hari dari rencana semula.
Kemudian edisi selanjutnya, halal-haram, special edition. Karena sibuk KKD, kurang terlibat dalam reportase dan kurang menjiwai selama proses pengumpulan berita dan bahan. Nifha, Asih, Ayu, Hafidz n Panji yang banyak berperan. Nah, penyakit iotu muncul lagi..Saat Finishing Editing..setelah baca dan mengamati bahan yang sudah ada, ada beberapa yang dirasa masih kurang. Dan, karena komitmennya “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin”, maka saya tidak hanya mengoreksi tapi juga memberi usulan sebagai pengganti. Usulan saya berpotensi merubah 50% issue dan 25% editorial. Bahkan di kepala saya, 50% isinya perlu diubah. Ya, sempet terfikir juga, sih dampaknya. Bagaimana nanti perasaan redaksi lain terhadap perannya. Tapi akhirnya, Allah menakdirkan semua usulan saya tidak dipake. Dengan alasan waktu sudah mepet dan tidak sempet. Dan terbukti, usulan saya memang tidak berarti apa-apa..Hampir semua pembaca puas dengan isi berita dan kemasannya. Bahkan Pak Yusuf Maulan memujinya berkali-kali. Ya, awalnya, rasa kecewa itu ada. Ilfeel. Tapi lama kelamaan, aku tersadar. Itulah yang terbaik untuk semua. LAKSANAKAN PERANMU DENGAN BAIK, LAKSANAKAN PERAN MASING-MASING BAIK DAN SALING TSIQOH PADA SAUDARA..TSIQOH ITU AKAN MENDATANGKAN PERTOLONGAN ALLAH.
Dan setelah difikir-fikir, content hasil editan saya itu, memang kurang layak dibaca oleh pembaca, karena terlalu berat. Mungkin Allah punya rencana lain. Karena jika orang membaca tulisan yang berat itu, dia akan menjadi semakin tahu. Nah, konsekuensi orang yang tahu adalah mengamalkannya. Maka jika aku sendiri saja yang membuat tulisan itu masih sangat berat dalam melaksanankannya. Bagaimana aku akan mengajak orang lain untuk komitmen terhadap kehalalan? Maka biarlah itu untuk konsumsi BIMO saja. Dalam arti lain, biarlah kami berusaha mengamalkannya dulu. Bukankah kemurkaan Allah terbesar adalah saat kita mengatakan apa yang tidak lakukan? (Tuesday March 24, 2009)

jazakillah dis… utk selalu jadi “inspirasi”
karna BIMO punya INSPIRE…Inspiratif…
dan semuanya Inspiratorial….He3x…
hmm, klo kata Mujib dan Roby..
beda, luar biasa dan mengagumkan…
tapi insyaallah INSPIRE bakal nge-back up..
untuk lebih Provokatif, Komunikatif dan Solutif!
semangat!!!
Kapan INSPIRE bakal muncul lagi?
Adist.. Do your best!
Miss u ukhti.. Aku senang bergabung dalam tim ini
semangat!
skrg malah sy yg pengen nanya, INSPIRE masih ada g y?
*BIMO2x, aya2 wae emang biro yg satu ini ^_^v
tau tuh.. tanya aja ama ari wobowo, ji.. bimo forsalamm tu dia sekarang..